ARMAGEDDON adalah nama sebuah gunung di Palestina atau sekarang
Israel. Arti Armageddon sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu Ar
berarti Gunung (Har dalam bahasa Ibrani atau Hebrew) dan Mageddon
(Magiddo) adalah nama kota kuno di wilayah Israel sebelah Utara.
MENATA HATI,MENUNTUN NURANI,MEMANTAPKAN TEKAT,BERJUANG UNTUK ALLAH,NABIULLAH,ISLAM,BANGSA,DAN NEGARA (by komando pasukan mujahidin fisabilillah indonesia(KOMPAMUSADA) )
Translate
Tampilkan postingan dengan label dunia dah gila???. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia dah gila???. Tampilkan semua postingan
Senin, 27 April 2015
Sabtu, 25 April 2015
Sejarah Pelacuran; dari Zaman Kuno Hingga Masa Perang Dunia
PELACURAN merupakan bisnis tertua yang dikenal manusia sejak zaman
dulu. Bahkan hingga kini, bisnis haram ini kian mengalami kemajuan
seiring dengan berkembangnya teknologi, terutama di abad informasi ini.
Salah satunya dengan media internet yang saat ini makin digandrungi
berbagai kalangan, membuat pelacuran menjadi makin mudah didapatkan.
Setiap negara di dunia memiliki sejarah tersendiri terkait dengan pelacuran yang merupakan biang kehancuran pondasi masyarakat ini. Di antaranya:
1. Pada zaman India kuno, pelacur kelas bawahan disebut ‘Kumbhadasi.’ Dalam masyarakat itu, kaum wanita dari golongan rendah diberi 2 pilihan, yaitu menikah atau menjadi ‘pelacur.’
2. Yunani Kuno, pelacur jalanan disebut ‘Pornoi.’ Masyarakat Yunani Kuno telah mengenal ‘Pelacuran kuil’ – sebuah institusi purba tempat para pelacur meyumbangkan uang hasil kerja untuk kuil Aphrodite demi mendapatkan anugerah dari para dewi. Bahkan mereka diberi gelar ‘Hierodouli.’
3. Di Romawi, pelacur dikatakan sebagai penjahat dan pengganggu anak-anak. Selain diharuskan berpakaian tertentu untuk membedakan mereka dengan golongan bangsawan. Di Asysyiria, ditetapkan hukuman bagi pelacur membuka tutup kepalanya sebagai pembeda dengan golongan lain.
4. Pada zaman Babilonia, dikenal nama ‘Kizrete.’ Mereka disanjung sebagai golongan terhormat. Cerita-cerita tentang pelacur terhormat ini turut mewarnai kisah rakyat Mesir Kuno.
5. Di Jepang, pelacur justru ditempatkan di tempat terhormat yang terkenal dengan istilah ‘Geisha.’
6. Di Italia, tercatat nama Veronica Franco yang berjaya membangun tempat pelacuran pada tahun 1577 Masehi.
7. Di China, pelacuran sengaja ditempatkan di rumah-rumah khusus. Pelacur dari golongan bawah diberi gelar ‘Wa She.’ Barulah pada dinasti Han, pelacur golongan ini ditempatkan bersama anggota kelompok pejahat, tahanan perang, dan budak.
Adapun pada masa Perang Dunia II, sekira 600 ribu wanita menjadi pelacur sebagai usaha sampingan mereka. Hasilnya, penyakit kelamin kian menyebar dan menular dikalangan tentara AS di Eropa setelah Perang Dunia II. Karena pada saat iturmah pelacuranmenjadi sumber penyakit infeksi kelamin. Tercatat sekira 6 persen tentara AS mengidap penyakit kelamin berbahaya akibat berhubungan dengan pelacur profesional. 80 persen akibat berhubungan dengan pelacur amatir, dan 14 persen disebabkan oleh istri mereka.
Akibat banyaknya penyakit ini, para tentara tak mampu maju ke medan tempur, sehingga memaksa petugas medis ketentaraan AS melakukan operasi ke rumah-rumah pelacuran itu.
Setiap negara di dunia memiliki sejarah tersendiri terkait dengan pelacuran yang merupakan biang kehancuran pondasi masyarakat ini. Di antaranya:
1. Pada zaman India kuno, pelacur kelas bawahan disebut ‘Kumbhadasi.’ Dalam masyarakat itu, kaum wanita dari golongan rendah diberi 2 pilihan, yaitu menikah atau menjadi ‘pelacur.’
2. Yunani Kuno, pelacur jalanan disebut ‘Pornoi.’ Masyarakat Yunani Kuno telah mengenal ‘Pelacuran kuil’ – sebuah institusi purba tempat para pelacur meyumbangkan uang hasil kerja untuk kuil Aphrodite demi mendapatkan anugerah dari para dewi. Bahkan mereka diberi gelar ‘Hierodouli.’
3. Di Romawi, pelacur dikatakan sebagai penjahat dan pengganggu anak-anak. Selain diharuskan berpakaian tertentu untuk membedakan mereka dengan golongan bangsawan. Di Asysyiria, ditetapkan hukuman bagi pelacur membuka tutup kepalanya sebagai pembeda dengan golongan lain.
4. Pada zaman Babilonia, dikenal nama ‘Kizrete.’ Mereka disanjung sebagai golongan terhormat. Cerita-cerita tentang pelacur terhormat ini turut mewarnai kisah rakyat Mesir Kuno.
5. Di Jepang, pelacur justru ditempatkan di tempat terhormat yang terkenal dengan istilah ‘Geisha.’
6. Di Italia, tercatat nama Veronica Franco yang berjaya membangun tempat pelacuran pada tahun 1577 Masehi.
7. Di China, pelacuran sengaja ditempatkan di rumah-rumah khusus. Pelacur dari golongan bawah diberi gelar ‘Wa She.’ Barulah pada dinasti Han, pelacur golongan ini ditempatkan bersama anggota kelompok pejahat, tahanan perang, dan budak.
Adapun pada masa Perang Dunia II, sekira 600 ribu wanita menjadi pelacur sebagai usaha sampingan mereka. Hasilnya, penyakit kelamin kian menyebar dan menular dikalangan tentara AS di Eropa setelah Perang Dunia II. Karena pada saat iturmah pelacuranmenjadi sumber penyakit infeksi kelamin. Tercatat sekira 6 persen tentara AS mengidap penyakit kelamin berbahaya akibat berhubungan dengan pelacur profesional. 80 persen akibat berhubungan dengan pelacur amatir, dan 14 persen disebabkan oleh istri mereka.
Akibat banyaknya penyakit ini, para tentara tak mampu maju ke medan tempur, sehingga memaksa petugas medis ketentaraan AS melakukan operasi ke rumah-rumah pelacuran itu.
Samakan Tunawisma dengan Tikus, Poster Dikecam Pemerintah Chicago
PEJABAT Chicago resah dengan kemunculan sebuah poster yang berisi
pesan kontroversial. Akibatnya pemerintah langsung mengerahkan petugas
yang diperintahkan untuk memberantas dan menangkap orang-orang yang
terlibat pembuatan poster itu.
Kamis, 23 April 2015
Kelicikan Kaum Yahudi, Seperti Inilah Gambarannya
SEPANJANG sejarah orang-orang Yahudi telah melumuri lembarannya
dengan penuh pengkhianatan dan pelanggaran janji. Mereka lebih suka
memilih jalan tipu daya, persekongkolan, menimbulkan keresahan dan
keguncangan di barisan kaum Muslimin. Hal ini sering terjadi di masa
Rasulullah SAW. Salah satunya yang dilakukan oleh Syas bin Qais.
Dianggap Pistol Mainan, Bocah Ini Tak Sengaja Bunuh Pria Dewasa
ANAK-anak memang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Namun, jangan
sekali-kali mereka diberikan sebuah alat berbahaya seperti senjata,
karena bisa berakhir dengan bahaya. Terkait hal ini, seorang anak Saudi
yang baru berusia 10 tahun secara tak sengaja telah membunuh seorang
pria dan melukai yang lainnya. Pasalnya ia bermain-main dengan senapan
serbu Kalashnikov buatan Rusia asli, yang ia kira senjata mainan.
SEORANG pria yang mengaku sebagai penyembuh spiritual mengumumkan bahwa ia baru saja mengislamkan satu jin lewat Twitter, demikian dilansir oleh Arab News, Rabu (22/4/2015).
Langganan:
Postingan (Atom)
susunan




