“Berkata Hasan Sahasah sesungguhnya Amirul Mukminin jika berjalan
dengan Nabi tidak ada seorang pun yang berani mengganggu Nabi. Dan jika
beliau berjalan sendirian terkadang diganggu dari belakang oleh seorang
budak dengan dilempari batu.”
Telah berkata Hasan Fuhaid sesungguhnya Allah mengambil janji
atas diri-Nya bersumpah dengan Arsy-Nya dan berkata tidak ada sesembahan
yang berhak disembah kecuali Aku dan Muhammad Nabi-Ku dan Aku perkuat
dan perkokoh dia dengan Ali.
MENATA HATI,MENUNTUN NURANI,MEMANTAPKAN TEKAT,BERJUANG UNTUK ALLAH,NABIULLAH,ISLAM,BANGSA,DAN NEGARA (by komando pasukan mujahidin fisabilillah indonesia(KOMPAMUSADA) )
Translate
Tampilkan postingan dengan label syiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syiah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 06 Mei 2015
Minggu, 03 Mei 2015
Metamorfosis Taqiyyah Syiah
Oleh: Moh. Isom Mudin, M. Ud
Penulis Bina Qalam Indonesia
JIKA diamati, konsep ‘taqiyyah’ dalam syi`ah bersifat tetap, namun mengalami metamorfosis dalam aplikasinya. Taqiyyah adalah Menampakkan sesuatu yang tidak sesuai dengan hati. Menyimpan, menyembunyikan, dan merahasiakan kebenaran pada orang yang berbeda aqidah. Hukumnya wajib, setara dengan shalat.
Dalam tataran aqidah, termasuk bagian dari rukun agama. ‘Tidak beragama orang yang tidak bertaqiyyah’, tulis Kulayni. Konsekwensinya, yang tidak bertaqiyyah adalah pendosa besar bahkan yang tidak diampuni. Konsep ini mendominasi, Sembilan dari sepersepuluh agama. Jadi, taqiyyah bukan karena keadaan terjepit yang menyebabkan nyawa melayang, melainkan menjadi ajaran pokok keseharian.
Penulis Bina Qalam Indonesia
JIKA diamati, konsep ‘taqiyyah’ dalam syi`ah bersifat tetap, namun mengalami metamorfosis dalam aplikasinya. Taqiyyah adalah Menampakkan sesuatu yang tidak sesuai dengan hati. Menyimpan, menyembunyikan, dan merahasiakan kebenaran pada orang yang berbeda aqidah. Hukumnya wajib, setara dengan shalat.
Dalam tataran aqidah, termasuk bagian dari rukun agama. ‘Tidak beragama orang yang tidak bertaqiyyah’, tulis Kulayni. Konsekwensinya, yang tidak bertaqiyyah adalah pendosa besar bahkan yang tidak diampuni. Konsep ini mendominasi, Sembilan dari sepersepuluh agama. Jadi, taqiyyah bukan karena keadaan terjepit yang menyebabkan nyawa melayang, melainkan menjadi ajaran pokok keseharian.
Demi Perluas Ajaran Syiah, Pemimpin Iran Gunakan Cara-cara Licik
BERBAGAI upaya dilakukan para pemimpin Syiah untuk memperluas ajaran
yang menyimpang dari Islam ini. Sebagai contoh, mantan Presiden Iran
Mahmud Ahmadinejad yang terkenal sebagai simbol perlawanan Iran terhadap
AS, kerap berkunjung ke berbagai negara dengan penampilan sederhana,
kemampuan diplomasi yang lugas, tegas dan jelas, hingga mampu menarik
massa dan kalangan akademisi seperti di Indonesia.
Berbagai kerjasama Iran-Indonesia juga kerap digagas setelah Parlemen Iran yang diketuai Gholam Ali Haddad Adel dan pejabat-pejabat Iran berkunjung ke Indonesia dan bertemu beberapa tokoh Islam Indonesia.
Berbagai kerjasama Iran-Indonesia juga kerap digagas setelah Parlemen Iran yang diketuai Gholam Ali Haddad Adel dan pejabat-pejabat Iran berkunjung ke Indonesia dan bertemu beberapa tokoh Islam Indonesia.
Rafidhoh Sebut Ali, Hasan, Husein dan Fatimah Lebih Mulia daripada Rasulullah
SUDAH bukan hal aneh lagi, jika Syiah terlalu mengkultuskan Ali bin
Abi Thalib beserta keturunannya. Bahkan bagi mereka kalangan Ahlul Bait
itu lebih mulia di banding Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Padahal baik Ali maupun keturunannya tidak pernah mengakui keyakinan Syiah ini.Rafidhoh Samakan Rasulullah dengan Keledai
SYIAH Rafidhoh secara gamblang menyatakan bahwa Nabi Muhammad
bukanlah Nabi mereka. Mereka berpikir bahwa Ali bin Abi Thalib lebih
pantas menjadi Nabi terakhir. Penghinaan Rafidhoh kepada Nabi Muhammad
sungguh keterlaluan. Salah satu di antara penghinaan Rafidhoh yaitu
menyamakan Rasulullah seperti keledai.
Rafidhoh Sebut Rasulullah Menolak Ketentuan Allah
BERBAGAI tuduhan palsu ditujukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam oleh kaum Syiah Rafidhoh. Setelah mereka menyamakan Rasulullah seperti keledai, Rafidhoh juga menyebut Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam menolak ketentuan Allah.
Rafidhoh Hina Malaikat Jibril
RAFIDHOH amat membenci malaikat Jibril yang Allah sifati dengan ‘Ar Ruh Al Amin.’
Namun menurut Rafidhoh, malaikat Jibril telah berkhianat sebab
memalingkan wahyu yang seharusnya diturunkan kepada Ali bin Abi Thalib
justru disampaikan kepada Muhammad SAW. Sehingga mereka mengingkari
sifat amanah pada Jibril. [Lillahi Tsumma Lit Tarikh, hal.112]. Sifat
membenci malaikat Jibril adalah perbuatan Yahudi. Allah befirman:
Langganan:
Postingan (Atom)
susunan





